Sabtu, 03 Desember 2011

Vocking Draw

4 sahabat selalu bersama, mereka mempunyai sebuah cita-cita yang sama yaitu band.
Band adalah hidup mereka, mereka membentuk band sendiri dengan sebutan Vocking Draw, sejak smp band tersebut lahir kedunia musik.
Dari band itulah semua cerita terukir, dari konflik waktu latihan, percintaan antara mereka, sampai keegoisan masing-masing personil.


Sebut saja aLfar sang VockaList.
Dhani sang Basist.
Revun sang Gitarist.
Mudyan sang Drumerzt.


ALfar adalah penggerak dari band tersebut, dialah yang mengatur tentang lajur band dan jadwalnya.
Dhani adalah sahabat aLfar dari kecil, mereka selalu bersama, tidur, kencing pun bersama.
Orang tua Dhani seperti orang tua aLfar sendiri, aLfar lebih sering tinggal dirumah Dhani, karna keluarga aLfar adalah keluarga broken home.
Revun adalah tiang dari band mereka, dia orang pertama yang membentuk band tersebut, pengarang lagu-lagu dan penasehat umum dari permasalahan yang sering hadir diantara mereka.
Sedangkan Mudyan adalah penyemangat band, hidupnya didedikasikan hanya untuk band tersebut.
Pada suatu ketika, Mudyan terjerumus kedalam dunia angan-angan, dunia yang membuat kecanduan.
Bahkan dia menjadi bandar pengedar barang terlarang tersebut, sebut saja distro.
Awal-awalnya ketiga orang itu menerima apa adanya Mudyan, tapi nasehat dan petuahpun terlontar setiap hari dari mulut mereka.
Tapi Mudyan tetap berjualan distro tersebut, mereka tak habis pikir, apa yang diinginkan Mudyan, sebuah kata-kata tak dapat merubah dirinya.
Akhirnya Dhani putus asa, dia memutuskan untuk keluar dari band tersebut.
Revun dan aLfar masih bertahan, mereka berpikir, dari noL mereka membangun band itu, suka duka mereka jalani bersama, mereka tak mau semuanya sirna oleh keadaan yang seperti ini. Mereka berdua hanya berharap dan berdoa agar Mudyan bisa berubah.
Tak lama kemudian, kabar duka datang ketelinga mereka bertiga, kabar tentang meninggalnya Mudyan.
Mudyan kecelakaan saat akan membeli distro, dia menabrak trotoar dan meninggal seketika.
Mereka mendengar kabar itu tak percaya, gak mungkin kalau Mudyan meninggal, kabar itu hanyalah kebohongan belaka.
Mereka bergegas pergi kerumah Mudyan, apa yang mereka pikirkan pun berkata lain, Mudyan benar-benar telah tiada.
Mereka termenung sejenak, air matapun menetes tak berhenti dari kelopak mata mereka.
Kenyataan yang lain pun terungkap saat itu juga, mereka menemukan puluhan ribu uang didompet Mudyan, serentak aLfar teringat kata-kata Mudyan kemarin, sebelum kecelakaan ini terjadi, " aku ingin ngumpulin uang sebanyak-banyaknya, agar kita bisa rekaman, agar kita bisa mewujutkan cita-cita kita bersama yaitu punya lagu sendiri dan terkenal dengan lagu itu".
Saat itu juga mereka menyesali semuanya, kenapa Mudyan yang oaling gak mampu dari kita semua sampai segitunya ingin memajukan band kita, sampai menjadi bandar distro agar mendapatkan uang untuk rekaman, tapi kita yang berkecukupan hanya bisa diam dan diam, ternyata hidup Mudyan didedikasikan hanya untuk band ini.
Mereka tak menyangka, begitu cintanya Mudyan terhadap mereka dan band mereka.
Setelah kejadian itu, mereka bertiga bertekat akan meneruskan cita-cita dari Mudyan, yaitu memajukan band yang mereka bentuk.
Setahun berlalu, kesuksesan pun akhirnya mereka raih, mereka menjadi terkenal dari album yang mereka luncurkan " Sebuah Penantian".
Tapi mereka tetap bersedih akan hilangnya salah satu personil mereka, yang tak akan kembali lagi.
Bila waktu bisa diputar, mereka akan memutarnya, mereka tak akan biarkan Mudyan berjuang sendiri untuk band mereka, agar mereka masih bisa berkumpul sampai sekarang ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar