Para hacker kebanyakan melakukan
aksinya hanya karena untuk kepuasan, kesenangan dan keisengan namun ada
beberapa hacker muda yang berhasil membuat heboh karena aksinya. Nah berikut
ini ada lima aksi Hacker yang menghebohkan:
1.
Ryan Cleary
Aksi Ryan Cleary, 20
tahun dan Jake Davis, 19 tahun memang sangat menghebohkan. Bagaimana tidak?
Keduanya menyerang sistem keamanan situs besar seperti CIA, Pentagon, News
International, Sony, Nintendo, Arizona State Police, dan 20th Century Fox.
Hebatnya lagi serangan yang menggunakan metode DDoS
itu mereka lakukan dari kamar tidur. Kini keduanya tengah menjalani proses
hukum untuk bertanggung jawab atas aksinya tersebut.
2.
DJ Stolen
Tahun lalu hacker yang
menamakan dirinya DJ Stolen berhasil meretas ke dalam komputer beberapa
penyanyi pop ternama seperti Lady Gaga, Ke$ha, Leona Lewis, Justin Timberlake,
dan Mariah Carey.
Setelah sukes menyusup ke dalam komputer para artis tersebut, pelaku yang saat itu masih berusia 18 tahun langsung mencuri seluruh lagu yang belum dipublikasikan penyanyi tersebut.
Berkat kenakalannya, remaja tersebut berhasil mendulang uang lebih dari 15,000 euro. Namun pada akhirnya ia harus rela meringkuk di balik jeruji selama 18 bulan.
Setelah sukes menyusup ke dalam komputer para artis tersebut, pelaku yang saat itu masih berusia 18 tahun langsung mencuri seluruh lagu yang belum dipublikasikan penyanyi tersebut.
Berkat kenakalannya, remaja tersebut berhasil mendulang uang lebih dari 15,000 euro. Namun pada akhirnya ia harus rela meringkuk di balik jeruji selama 18 bulan.
3.
90 Hari
Pemerintah Australia
beberapa waktu lalu sempat dihebohkan dengan kelakuan remaja berusia 15 tahun
yang berhasil meretas 259 situs ternama hanya dalam 90 hari.
Anak yang tidak diungkap identitas aslinya ini
memang tergolong hebat, setiap beraksi ia selalu memalsukan alamat IP dan
menghilangkan sejumlah bukti.
Seluruh situs yang
menjadi korban pelaku adalah pelaku industri di Australia, ada yang bergerak di
bidang olah raga, pariwisata, situs dewasa, dan beberapa bidang lainnya. Semua
situs tersebut diobok-obok sejak Januari hingga Maret 2012.
Saat diinterogasi oleh
pihak kepolisian, bocah tersebut mengaku tidak memiliki motif jahat. Ia hanya
merasa bosan dan ingin membuktikan kemampuan kepada seluruh temannya di forum
lokal khusus peretas. Konon di forum ini ia menduduki peringkat ke 50 dari
2.000 hacker yang aktif.
Dalam aksinya, bocah
dengan nickname ACK!3STX menggunakan aplikasi khusus yang membuatnya
tidak terdeteksi. Namun naas, software yang ia andalkan itu tidak berhasil
melindunginya dari intaian satuan Cyber Crime Competence Centre Australia.
4.
Menggempur Server Call of Duty
Berbeda dengan peretas
lainnya yang menyerang situs-situs besar, hacker yang juga hobi bermain game
ini justru meretas ke dalam server Call of Duty Modern Warfare 2. Beruntung,
perbuatannya itu tidak membawa ia ke balik jeruji besi, melainkan malah dilirik
oleh Microsoft untuk dipekerjakan sebagai salah satu karyawannya.
5.
Meretas Sistem Interpol
Hacker 18 tahun asal
Yunani ini sekarang harus meringkuk di bui. Ia terbukti telah meretas ke dalam
situs pemerintah Amerika Serikat dan memasukan virus ke dalamnya.
Bukan hanya itu, polisi Yunani yang berhasil menciduknya pun menemukan senjata dan 130 kartu kredit palsu di kediamannya. Ia pun dituntut 6 tahun penjara karena menerobos jaringan komputer, memilki senjata ilegal, dan kartu kredit palsu.
Bukan hanya itu, polisi Yunani yang berhasil menciduknya pun menemukan senjata dan 130 kartu kredit palsu di kediamannya. Ia pun dituntut 6 tahun penjara karena menerobos jaringan komputer, memilki senjata ilegal, dan kartu kredit palsu.
1.
XNUXER aka SCHIZOPRENIC
Pada tanggal 15 April
2004 silam, seorang peretas kawakan dengan inisial Xnuxer atau juga kadang
dikenal dengan nama Schizoprenic berhasil temukan lubang di situs TNP-KPU. Dia
melakukan uji coba terhadap sistem keamanan di situs Tnp.Kpu.go.id dengan
menggunakan XSS (cross site scripting) dari IP 202.158.10.117.
Setelah berhasil
temukan kelemahan di situs tersebut, pada tanggal 16 April 2004, Xnuxer
berhasil menembus sisi pengaman website itu dengan menggunakan SQL Injection.
Dia mengubah nama-nama partai yang ada di dalam database TNP-KPU dengan nama
buah-buahan. Akhirnya, pada tanggal 21 April 2004 pukul 14.30 WIB, dia tangkap
Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya dan
resmi di tahan pada tanggal 24 April 2004 sekitar pukul 17:20 di Jakarta.
Xnuxer yang memiliki nama asli Dani Firman Syah ini
harus menjalani hukuman di dalam penjara selama 6 bulan 21 hari.
2.
Iqra Syafaat
Sekitar tanggal 09 Juli
2006 lalu, secara tiba-tiba tampilan website resmi Golkar.or.id berubah. Di
halaman depan situs itu, tampak gambar gorila putih yang tersenyum. Di bagian
bawahnya terdapat foto artis Hollywood dengan pose yang seronok serta tulisan
"Bersatu untuk malu." Dikarenakan tampilan situs telah diubah paksa,
maka pada tanggal 17 Juli 2006, secara resmi DPP Partai Golkar melaporkan hal
tersebut ke kepolisian.
Setelah melakukan
penyelidikan, akhirnya pada tanggal 01 Agustus 2006, pihak kepolisian berhasil
menangkap sang pelaku yang diketahui bernama Iqra Syafaat atau juda dikenal
dengan nama Nogra. Menurut divisi Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri, Iqra
dikenai pasal 50 juncto pasal 22 huruf c, UU nomor 36 tahun 1999 tentang
Telekomunikasi, dan pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
3.
Aria Killnine aka Arianom
Menjelang peringatan
HUT Republik Indonesia yang ke-65, ada satu kasus peretasan yang berhasil melumpuhkan
sedikitnya 71 situs lokal secara hampir bersamaan.
Dari penjelasan di
beberapa forum hacker, aksi tersebut dilakukan oleh peretas yang menamakan
dirinya Aria Killnine atau biasa disebut juga dengan nama arianom, seorang
pendiri komunitas KiLL-9 CrEw. Dari banyaknya situs yang berhasil dilumpuhkan
tersebut, mayoritas adalah website-website pemerintah.
4.
Wildan Yani S Hari
Pada tanggal 09 dan 10
Januari 2013 lalu, seorang lulusan SMK Teknik Bangunan dan bekerja di sebuah
warnet berhasil melumpuhkan situs presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
Presidensby.info.
Dari aksinya tersebut,
tampilan website berubah. Tidak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya sang
pelaku berhasil diringkus pihak kepolisian. Dari penangkapan tersebut, Wildan
kabarnya akan dijatuhi hukuman 6 sampai 12 tahun penjara dengan denda sebesar
12 miliar. Namun, kabar terbaru yang dilansir oleh surat kabar lokal
menjelaskan bahwa Wildan hanya dikenai hukuman penjara selama 6 bulan saja.
5.
OpFreeWildan
Setelah ditangkapnya
Wildan oleh pihak kepolisian, memantik reaksi dari berbagai pihak, khususnya
para hacker lainnya. Akhirnya, tanpa komando khusus, beberapa situs pemerintah
atau website-website dengan domain gov.id berhasil dilumpuhkan. Serangan
terhadap website pemerintah tidak hanya berasal dari Indonesia saja, beberapa
peretas dunia juga ikut melancarkan aksinya. Untuk menyeragamkan aksinya,
hashtag yang 'resmi' digunakan adalah #OpFreeWildan.
Menurut twit yang
beredar pada waktu itu, lebih dari 500 situs perintah berhasil rontok.
Kabarnya, dari serangan-serangan tersebut, tidak ada pihak yang berhasil
ditahan.
6.
Penolakan sistem Ujian Nasional
Penolakan pelaksanaan
Ujian Nasional (UN) muncul. Sebanyak 12 situs pendidikan milik pemerintah dan
swasta dibajak oleh cracker.
Informasi yang
dihimpun, Minggu (7/4), UN akan diselenggarakan pada Senin, 15 April 2013
hingga Kamis, 18 April 2013. Kemudian ada UN susulan yang digelar pada Senin,
22 April 2013 sampai Kamis, 25 April 2013. Cracker yang membajak situs tersebut
menilai UN bukan solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Tidak
adil jika nilai ujian selama empat hari dari 12 tahun mengenyam pendidikan.
Cracker ini menuliskan pesan yang sama pada 12 situs yang dibajak.
7.
Situs kepolisian diusili hacker
Setelah banyak situs
pemerintah yang berhasil dilumpuhkan oleh gabungan hacker-hacker Indonesia juga
ada yang dari luar negeri, beberapa bulan setelahnya, aksi peretasan dengan
target situs kepolisian terjadi.
Memang berulang kali
pihak IT kepolisian berhasil kembalikan tampilan dan segala sesuatunya seperti
semula, namun berulang kali pula tampilan bahkan salah satu domain situs
kepolisian kembali diusili. Aksi ini masih merupakan buntut panjang atas kasus
Wildan 'sang peretas situs Presiden SBY.' Dari serangan-serangan tersebut, ada
4 situs resmi kepolisian yang tumbang dan tidak dapat diakses.
8.
Peretasan terkait kenaikan harga BBM
Banyak cara untuk
menyampaikan aspirasi terkait dengan penolakan kenaikan harga bahan bakar
minyak (BBM). Bila mahasiswa dan buruh memilih cara demonstrasi turun ke jalan,
para peretas dunia maya memilih cara yang berbeda.
Adalah situs
Kementerian Pertanian, KPUD Jakarta, situs partai PAN yang menjadi sasaran
peretas yang menamakan dirinya xcrotz feat Om-jin. Tidak hanya situs partai
saja, beberapa situs pemerintahan juga berhasil dilumpuhkan. Dalam tampilan
halaman depan yang telah diubah, peretas menuliskan pesan, "Ini cara kami
pak!! Untuk Demo!! Bukan seperti mahasiswa/activis yang pola pikir tidak jernih
merusak fasilitas negara dan warga jadi korban!!! Woy mahasiswa lu itu calon
cerminan masyarakat apa!! Preman!!!."
9.
Situs Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
lumpuh
Ternyata kenaikan harga
Bahan Bakar Minyak (BBM) ditanggapi berbagai macam. Setelah beberapa situs
pemerintah diretas sebagai tanda tidak setuju, kini situs PKS juga berhasil
dirontokkan. Sejak wacana pemerintah menaikkan harga BBM, Partai keadilan
Sejahtera (PKS) menjadi satu-satunya anggota partai koalisi yang menolak
kebijakan tersebut.
Namun, penolakan
tersebut mendapat tanggapan sinis dari peretas yang menyerang dua situs PKS
hari ini (20/06). Dedemit dunia maya itu seakan mengajak orang mengingatkan
kembali pada sejumlah kasus korupsi yang menerpa kader dan petinggi partai
tersebut. Terdapat beberapa pesan yang diusung para peretas, salah satunya
adalah, "Lagi Cari Simpati Publik yak pak? :D. Partai Koalisi kok beda
argument :D. Masyarakat tidak buta =))."
http://tidax.blogspot.com/2012/08/5-kasusu-hacker-abg-yang-menghebohkan.html
http://www.merdeka.com/teknologi/9-kasus-peretasan-di-wilayah-indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar