Selasa, 06 Desember 2011

         Disebuah sekolah dasar, seorang guru memberi sebuah soal kepada muridnya, " Tulislah salah satu keindahan dunia?".
Ada yang menjawab menara eiffel, menara pisa, tembok besar cina, taj mahal, candi borobudur, pulau komodo, tapi terdapat satu anak yang tidak menjawab sama sekali.
Guru tersebut pun bertanya kepada anak itu, " Kenapa kamu tidak bisa menjawab, tinggal sebut salah satu saja".
Anak tersebut pun menjawab, " Saya bingung pak, saya harus menyebutkan yang mana, saya mempunyai mata, hidung, telinga, rambut, tubuh yang utuh".

Terkadang orang mencari-cari sebuah keindahan, memuji keindahan, tapi mereka lupa akan dirinya sendiri.

Senin, 05 Desember 2011








Kita hidup untuk sebuah kehidupan.
Bukan hidup untuk sebuah kematian.
Maka persiapkan diri kita,
Sebelum kematian mengantarkan kita pada sebuah kehidupan.

Makna Kehidupan

Bila hidup kita kekurangan, pasti kita memikirkan kehidupan yang berkecukupan.
Tapi apabila kita hidup berkecukupan, akankah kita memikirkan kehidupan yang serba kekurangan?
Saat kita sakit yang kita inginkan adalah kesehatan.
Tapi saat kita sehat, apakah kita mensyukurinya?
Saat kita mempunyai uang seribu rupiah, kata-kata yang keluar dari bibir adalah " buat apa uang segitu, buat beli es saja tidak cukup".
Saat ucapan itu keluar, kita tidak sadar begitu beruntungnya kita dibandingkan orang orang yang mengais uang dan makanan dari jalan.
Disaat selang oksigen menancap dihidung kita, kita selalu mengeluh dan mengeluh.
Tapi apakah kita pernah berpikir, bahwa kita selalu dikasih kenikmatan yang berlimpah, kenikmatan oksigen yang gratis, bisa kita hirup sepuasnya, tapi kita tak mensyukurinya.
Maka, hargailah sesuatu yang buruk, sesuatu yang menyakitkan, sesuatu yang bernilai kecil.
Karna tak ada kebaikan tanpa sebuah keburukan.
Tak ada kebahagiaan tanpa adanya sesuatu yang menyakitkan.
Dan sesuatu yang besar itu berawal dari sesuatu yang bernilai kecil.
Maka persiapkan diri kita untuk sesuatu yang belum kita ketahui.
Jangan sesekali busungkan dada kita kedepan, tapi busungkanlah dada kita kebelakang. Agar kita bisa memahami makna hidup yang sebenarnya.

Impian Hati yang Gersang



Kegersangan jiwa hadir dalam selimut kegelapan malam.
Renungan angan-angan maya akan keramaian memburu dalam pikiran.
Kegelisahan pun menyelimuti hati yang gundah.
Laksana merenggut senyum hati yang di idamkan.
Akankah senyum ini akan selalu tertutup rapat?
Akan kesepian yang mendera setiap kaki ini melangkah.


Izinkan kaki ini melangkah atas perintah mata yang menerawang jauh akan cinta yang terselibung waktu.
Biarkan waktu lampau yang kelam terkubur dalam benak jiwa yang terganti jiwa yang baru.
Hingga jiwa baru ini merasakan indahnya impian cinta yang terselibung.  

Takdir

Terkisah kehidupan seorang anak laki-laki disebuah desa, ia dilahirkan dari sebuah keluarga yang harmonis.
Awal kehidupanya, ia sangat bahagia dengan kasih sayang yang lebih dari cukup yang diberikan oleh orang tuanya.
Nasib berkata lain ketika ia berumur 4 tahun, ayahnya pergi meniggalkanya untuk selama-lamanya karna sebuah kecelakaan mobil.
Dan mau gak mau, ibu dari anak tersebut pergi merantau mencari kerja, meninggalkanya, untuk menafkahinya, dan itu juga demi kelangsungan hidup anak itu sendiri.
Diasuhlah anak itu oleh ibu dari ibunya, dari umur 4 tahun sampai ia dewasa.
Kasih sayang ia dapatkan hanya dari seorang nenek saja, tanpa kasih sayang dari ayah dan ibu.
Ibunya sesekali menjenguknya, tapi itu tak cukup baginya untuk meluapkan semua rasa rindunya.
Setelah dewasa, ia lebih sayang dan lebih mengutamakan neneknya dari pada ibunya sendiri. Karna neneknyalah yang mengasuhnya dari kecil.
Yang paling penting dalam hidupnya adalah neneknya, bukan ibunya, itulah pemikiranya.
Dengan kejadian ini, apakah anak tersebut disalahkan, karna lebih mementingkan neneknya dari pada ibunya sendiri. Pepatah bilang kasih sayang ibu tak pernah tergantikan. Tapi ia hanya mendapat kasih sayang dari seorang nenek. Kasih sayang yang diberikan ibunya hanyalah sebuah materi.
Lalu apakah ibu dari anak itu yang akan disalahkan, beliau hanya ingin anaknya hidup layak, hidup enak, dan masa depanya terjamin.
Apakah takdir tuhan yang akan disalahkan, karna takdir, ayah dari anak tersebut meninggal dunia, dan mau gak mau ibunyalah yang mencari nafkah.

Renungan

Terkadang kita tidak sadar betapa beruntungnya kita semua.
Bahkan bila dibandingkan dengan nabi Adam a.s, kita ini lebih dari beruntung.
Beliau diciptakan sendirian, tanpa mengenal kasih sayang seorang ibu atau ayah.
Kemudian diciptakan sang Hawa sebagai pendampingnya, tapi beliau belum tau mana yang baik mana yang buruk, sampai akhirnya beliau tak dapat membendung nafsunya.
Sampai diturunkanlah beliau kedunia ini.
Kemudian nabi Isa a.s, beliau dilahirkan tanpa seorang ayah, tidak tahu bagaimana rasanya kasih sayang seorang ayah.
Sedangkan kita, kita memiliki orang tua yang lengkap, kasih sayang yang cukup, tau mana yang baik mana yang buruk, sehingga kita dapat memilih jalan hidup kita sendiri.
Bahkan kita lebih beruntung dari seorang nabi Allah.
Coba renungkan betapa beruntungnya diri kita, tapi kita tidak sadar akan semua rahasia tuhan ini, kita hanya bisa menyalahkan tuhan dan nasib kita.

Sabtu, 03 Desember 2011

Rahasia Kehidupan

Terdengar kata-kata dari seorang pemuda, " Sebelum kita dilahirkan, kita adalah makhluk surga, kemudian kita dilahirkan kedunia". Seorang wanita tua pun berkata, " Semua orang tua pasti ingin anaknya masuk surga, tanpa disiksa di neraka. Pemuda itupun berpikir, " Kalau orang tua tersebut ingin anaknya masuk surga, kenapa anak tersebut dilahirkan? Padahal anak yang dilahirkan itu tadinya hidup di surga".
Pemuda itu pun berpikir kembali, " Apa mungkin salah dari nabi Adam, coba kalau beliau tidak memakan buah terlarang itu, pasti kita semua masih disurga, karna kita adalah keturunanya".
Tapi iblis lah yang menghasut nabi Adam, apakah iblis yang di salahkan?
Tapi itu adalah tugasnya, kenapa juga nabi Adam mau di hasut oleh iblis?
Lalu kenapa iblis diciptakan, padahal sifatnya hanya ingin menjerumuskan, iri dan dengki.
Dan kenapa juga harus ada baik dan buruk?
Kenapa gak baik semua saja?
Kenapa surga dan neraka di ciptakan, kenapa gak surga saja?
Semua jawaban tersebut ada pada diri kita, diri kitalah yang menentukan arah hidup kita, baik hidup sekarang maupun kehidupan mendatang.

Kehidupan

Dalam badai keramaian, jiwa itu masih terselimut kabut kesendirian.
Hatipun laksana merpati tanpa sayap, seharusnya ia bisa kemanapun yang ia mau, tapi tanpa sayap ia tak tau arah hidup. Bahkan tak ada kehidupan dalam benak hatinya.
Dalam kesepian yang merenggutnya, ia hanya bisa merenung melamunkan kisah hidup yang ia punya.
Terhempas dari sebuah keluarga Harmonis, ia hilang tenggelam terbawa angin kesendirian.
Ia laksana insan yang tak diinginkan untuk hadir kedunia yang menurutnya adalah kefanaan belaka. 
Cerita tanpa kemanisan pun tergores curam dalam relung jiwa.
Angan dan pikiran pun telah putus asa, tak tahu arah kehidupan mana yang akan ia tempuh.
Tapi satu hal yang ia punya yaitu tekad, tekad bahwa hidup itu harus di syukuri, di nikmati, di hayati, dan di benahi. Dari tekat itulah ia sampai sekarang bisa hidup dengan kehidupan yang ia inginkan.
Nasib sering ditentukan oleh kehidupan, tapi kehidupan ditentukan oleh hidup kita sendiri.

3 Waktu penting dalam Kehidupan

Kita hidup didunia pada 3 waktu.
Watu kemarin.
Waktu sekarang.
Waktu mendatang.
Waktu kemarin adalah bahan instrospeksi diri agar kita bisa berbenah menjadi lebih baik lagi.
Waktu sekarang adalah waktu yang sedang kita jalani, jangan sia-siakan waktu yang sedang kita jalani, dari pada kita menyesal di kemudian hari, karna waktu ini tak akan terulang lagi.
Waktu mendatang adalah waktu dimana kita akan tertentukan oleh nasib, kita akan menjadi apa pada masa mendatang, waktu ini juga bisa menjadi sebuah harapan, usaha dan tekat agar kita bisa menjadi apa yang kita inginkan.

Ere'z


Vocking Draw

4 sahabat selalu bersama, mereka mempunyai sebuah cita-cita yang sama yaitu band.
Band adalah hidup mereka, mereka membentuk band sendiri dengan sebutan Vocking Draw, sejak smp band tersebut lahir kedunia musik.
Dari band itulah semua cerita terukir, dari konflik waktu latihan, percintaan antara mereka, sampai keegoisan masing-masing personil.


Sebut saja aLfar sang VockaList.
Dhani sang Basist.
Revun sang Gitarist.
Mudyan sang Drumerzt.


ALfar adalah penggerak dari band tersebut, dialah yang mengatur tentang lajur band dan jadwalnya.
Dhani adalah sahabat aLfar dari kecil, mereka selalu bersama, tidur, kencing pun bersama.
Orang tua Dhani seperti orang tua aLfar sendiri, aLfar lebih sering tinggal dirumah Dhani, karna keluarga aLfar adalah keluarga broken home.
Revun adalah tiang dari band mereka, dia orang pertama yang membentuk band tersebut, pengarang lagu-lagu dan penasehat umum dari permasalahan yang sering hadir diantara mereka.
Sedangkan Mudyan adalah penyemangat band, hidupnya didedikasikan hanya untuk band tersebut.
Pada suatu ketika, Mudyan terjerumus kedalam dunia angan-angan, dunia yang membuat kecanduan.
Bahkan dia menjadi bandar pengedar barang terlarang tersebut, sebut saja distro.
Awal-awalnya ketiga orang itu menerima apa adanya Mudyan, tapi nasehat dan petuahpun terlontar setiap hari dari mulut mereka.
Tapi Mudyan tetap berjualan distro tersebut, mereka tak habis pikir, apa yang diinginkan Mudyan, sebuah kata-kata tak dapat merubah dirinya.
Akhirnya Dhani putus asa, dia memutuskan untuk keluar dari band tersebut.
Revun dan aLfar masih bertahan, mereka berpikir, dari noL mereka membangun band itu, suka duka mereka jalani bersama, mereka tak mau semuanya sirna oleh keadaan yang seperti ini. Mereka berdua hanya berharap dan berdoa agar Mudyan bisa berubah.
Tak lama kemudian, kabar duka datang ketelinga mereka bertiga, kabar tentang meninggalnya Mudyan.
Mudyan kecelakaan saat akan membeli distro, dia menabrak trotoar dan meninggal seketika.
Mereka mendengar kabar itu tak percaya, gak mungkin kalau Mudyan meninggal, kabar itu hanyalah kebohongan belaka.
Mereka bergegas pergi kerumah Mudyan, apa yang mereka pikirkan pun berkata lain, Mudyan benar-benar telah tiada.
Mereka termenung sejenak, air matapun menetes tak berhenti dari kelopak mata mereka.
Kenyataan yang lain pun terungkap saat itu juga, mereka menemukan puluhan ribu uang didompet Mudyan, serentak aLfar teringat kata-kata Mudyan kemarin, sebelum kecelakaan ini terjadi, " aku ingin ngumpulin uang sebanyak-banyaknya, agar kita bisa rekaman, agar kita bisa mewujutkan cita-cita kita bersama yaitu punya lagu sendiri dan terkenal dengan lagu itu".
Saat itu juga mereka menyesali semuanya, kenapa Mudyan yang oaling gak mampu dari kita semua sampai segitunya ingin memajukan band kita, sampai menjadi bandar distro agar mendapatkan uang untuk rekaman, tapi kita yang berkecukupan hanya bisa diam dan diam, ternyata hidup Mudyan didedikasikan hanya untuk band ini.
Mereka tak menyangka, begitu cintanya Mudyan terhadap mereka dan band mereka.
Setelah kejadian itu, mereka bertiga bertekat akan meneruskan cita-cita dari Mudyan, yaitu memajukan band yang mereka bentuk.
Setahun berlalu, kesuksesan pun akhirnya mereka raih, mereka menjadi terkenal dari album yang mereka luncurkan " Sebuah Penantian".
Tapi mereka tetap bersedih akan hilangnya salah satu personil mereka, yang tak akan kembali lagi.
Bila waktu bisa diputar, mereka akan memutarnya, mereka tak akan biarkan Mudyan berjuang sendiri untuk band mereka, agar mereka masih bisa berkumpul sampai sekarang ini.

Hidup untuk Kehidupan yang lain

Aku tak pernah merasakan kasih sayang yang benar-benar diberikan oleh orang tuaku, layaknya orang tua yang lainya.
Ayah meninggal saat aku berusia 2 tahun, setelah itu ibuku menitipkanku pada nenekku, ibu pergi untuk menafkahiku, menyekolahkanku.
Saat itu aku berfikir, apa aku tak punya orang tua, kenapa dari kecil aku tak pernah merasakan kasih sayang dari mereka.
Apa salahku, padahal waktu itu aku tak tau apa yang baik dan apa yang buruk, bahkan untuk bicara ajah aku belum fasih.
Bertahun-tahun kuhidup hanya dengan ksih sayang seorang nenek.
Tapi pada suatu hari, ibu pulang untuk menjengukku.
Pada hari itu, bertepatan dengan hari ibu. Dengan memalingkan wajah, ibu bertanya kepadaku " apa arti ibu untukmu nak?" seraya aku menjawab tanpa sadar " ibu adalah nyawaku, tanpa ibu aku tak akan hidup didunia ini". Ibu langsung mendekapku dengan erat, tanpa sadar air matapun keluar dari keempat mata ini. Setelah itu aku baru sadar, ternyata akulah anak yang paling beruntung.
Tak ada seorang anak yang mendapatkan kasih sayang seorang ayah dan ibu dari sosok seorang ibu saja.
Ternyata beliau berjuang dalam hidupnya hanyalah didedikasikan hanya untuk hidupku.

Antara Mimpi dan Kenyataan Hidup

Dalam sebuah kehidupan angan dan mimpi adalah perlu.
Hidup itu perlu menggunakan mimpi.
Tapi tak selayaknya mimpi menjadi sebuah kehidupan.
Kehidupan tanpa mimpi laksana air tanpa tanah, tak tau mau berpijak dimana.
Tapi hidup dalam mimpi akan hanya membawa keterpurukan.
Jadi bermimpilah untuk sebuah kehidupan.
Tapi jangan hidup dalam mimpi yang tertumpu pada sebuah angan belaka.

Waktu Yang Tertentukan

Seiring dengan bergulirnya waktu, semakin mendesaklah waktu yang kita punya.
Waktupun semakin mengejar waktu yang telah ditentukan.
Waktu yang tertentukan pun hanya bisa menunggu, tak dapat berbuat apa2.
Waktu kini semakin mendekati waktu lain yang telah tertentukan oleh waktunya sendiri.
Hanya usaha dan keinginan yang dapat menyelesaikan masalah waktu tersebut.