Aku tak pernah merasakan kasih sayang yang benar-benar diberikan oleh orang tuaku, layaknya orang tua yang lainya.
Ayah meninggal saat aku berusia 2 tahun, setelah itu ibuku menitipkanku pada nenekku, ibu pergi untuk menafkahiku, menyekolahkanku.
Saat itu aku berfikir, apa aku tak punya orang tua, kenapa dari kecil aku tak pernah merasakan kasih sayang dari mereka.
Apa salahku, padahal waktu itu aku tak tau apa yang baik dan apa yang buruk, bahkan untuk bicara ajah aku belum fasih.
Bertahun-tahun kuhidup hanya dengan ksih sayang seorang nenek.
Tapi pada suatu hari, ibu pulang untuk menjengukku.
Pada hari itu, bertepatan dengan hari ibu. Dengan memalingkan wajah, ibu bertanya kepadaku " apa arti ibu untukmu nak?" seraya aku menjawab tanpa sadar " ibu adalah nyawaku, tanpa ibu aku tak akan hidup didunia ini". Ibu langsung mendekapku dengan erat, tanpa sadar air matapun keluar dari keempat mata ini. Setelah itu aku baru sadar, ternyata akulah anak yang paling beruntung.
Tak ada seorang anak yang mendapatkan kasih sayang seorang ayah dan ibu dari sosok seorang ibu saja.
Ternyata beliau berjuang dalam hidupnya hanyalah didedikasikan hanya untuk hidupku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar