Terkisah kehidupan seorang anak laki-laki disebuah desa, ia dilahirkan dari sebuah keluarga yang harmonis.
Awal kehidupanya, ia sangat bahagia dengan kasih sayang yang lebih dari cukup yang diberikan oleh orang tuanya.
Nasib berkata lain ketika ia berumur 4 tahun, ayahnya pergi meniggalkanya untuk selama-lamanya karna sebuah kecelakaan mobil.
Dan mau gak mau, ibu dari anak tersebut pergi merantau mencari kerja, meninggalkanya, untuk menafkahinya, dan itu juga demi kelangsungan hidup anak itu sendiri.
Diasuhlah anak itu oleh ibu dari ibunya, dari umur 4 tahun sampai ia dewasa.
Kasih sayang ia dapatkan hanya dari seorang nenek saja, tanpa kasih sayang dari ayah dan ibu.
Ibunya sesekali menjenguknya, tapi itu tak cukup baginya untuk meluapkan semua rasa rindunya.
Setelah dewasa, ia lebih sayang dan lebih mengutamakan neneknya dari pada ibunya sendiri. Karna neneknyalah yang mengasuhnya dari kecil.
Yang paling penting dalam hidupnya adalah neneknya, bukan ibunya, itulah pemikiranya.
Dengan kejadian ini, apakah anak tersebut disalahkan, karna lebih mementingkan neneknya dari pada ibunya sendiri. Pepatah bilang kasih sayang ibu tak pernah tergantikan. Tapi ia hanya mendapat kasih sayang dari seorang nenek. Kasih sayang yang diberikan ibunya hanyalah sebuah materi.
Lalu apakah ibu dari anak itu yang akan disalahkan, beliau hanya ingin anaknya hidup layak, hidup enak, dan masa depanya terjamin.
Apakah takdir tuhan yang akan disalahkan, karna takdir, ayah dari anak tersebut meninggal dunia, dan mau gak mau ibunyalah yang mencari nafkah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar